Budaya Makassar menyembuhkan Kesurupan

Standard

 

Sekilas, kasus kesurupan terkadang masih dipandang sebelah mata sebagai kasus yang tidak masuk akal. Meskipun keberadaan sesuatu yang ghaib sejak zaman prasejarah sebenarnya telah mengakar pada hampir di setiap kebudayaan. Nenek moyang kita sedari dahulu telah mengadakan prosesi tertentu untuk menghormati arwah leluhur atau roh ghaib yang diyakini hidup di luar batas indra manusia.

 

Keberadaan roh halus adalah permasalahan abstrak yang hidup di tengah masyarakat kita. Dunia science pun berusaha mengungkap eksistensinya. Sebuah penelitian dari Amerika yang menjadi salah satu episode dalam Discovery Channel, menyusuri bagaimana para ahli mencari tempat yang paling keramat di beberapa negara. Salah satunya merupakan kantor pengadilan sekaligus tempat eksekusi gantung terdakwa. keberadaan sesuatu yang halus tersebut berhasil mengaktifkan grafik pada alat yang dilengkapi dengan gelombang elektromagnetik.

Berangkat dari realitas ini, keberadaan roh masih bisa dirasakan melalui fenomena masyarakat Makassar. Kesurupan, guna-guna, sesajen, dan lainnya masih sering kita temui di masyarakat kota maupun desa. Beberapa kejadian kesurupan massal juga sempat menjadi salah satu berita utama dari media cetak maupun elektronik. Kesurupan tersebut banyak terjadi di sekolah-sekolah dan menyebabkan siswi-siswi pingsan lalu menangis, berteriak dan mengamuk. Pertanyaan pernah muncul, mengapa yang terkena kesurupan hanya mereka perempuan yang beragama Islam? Tetapi kenyataan yang terjadi bahwa kesurupan juga menimpa anak-anak SMA di Kupang yang mayoritas beragam Kristen.

Konon, kesurupan terjadi karena tubuh dirasuki makhluk halus yang nota bene banyak di kaitkan dengan penjaga suatu tempat atau objek. Menurut ‘orang pintar’, kesurupan bisa terjadi karena tempat bersemayamnya makhlus halus ini terganggu akibat aktivitas manusia. Salah satu kasus di antara sekian peristiwa kesurupan yang pernah terjadi di Makassar, dari tempointeraktif, 40 siswa SMA Negeri 16 mengalami kesurupan dan mengharuskan pengobatan rukiyah terhadap para korban.  Rukiyah dikenal sebagai cara pengobatan untuk melepaskan pengaruh jin korban kesurupan. Bahkan, kesurupan massal di sekolah ini bisa terjadi 6 kali dalam sebulan. Berita yang merebak ke lingkungan sekolah bahwa langganan kesurupan  di sekolah ini karena gedung tua peninggalan Belanda dirobohkan lalu dilanjutkan dengan pembangunan gedung laboratorium baru mengakibatkan mengamuknya jin penghuni lokasi tersebut. Siswa yang kesurupan tiba-tiba fasih berbahasa Belanda. Wallahu alam. Ini hanya segelintir rentetan peristiwa kesurupan yang terjadi.

Kejadian yang lain yang diyakini bahwa kesurupan tersebut adalah akibat guna-guna yang mengirimkan arwah jahat kepada seseorang. Ciri-ciri kesurupan ini hampir sama dengan penggambaran pada umumnya. Tetapi penanggulangannya membutuhkan semacam penolak bala.

Untuk penyembuhan kesurupan, masyarakat Makassar pada umumnya akan membacakan ayat-ayat suci Al Quran atau meniupkannya pada segelas air putih. Orang yang kesurupan akan bereaksi dengan teriakan dan amukan yang  dalam keadaan normal, orang yang kerasukan itu tidak akan mampu mengeluarkan tenaga sebesar itu. Ayat-ayat suci tersebut mengakibatkan rasa panas dan sakit pada roh tersebut. Untuk kasus kesurupan ringan semacam ini, biasanya hanya cukup dengan membaca ayat-ayat Al Quran.

Beberapa kasus yang lebih berat seperti yang dikenal kalangan masyarakat Makassar sebagai guna-guna, akan membutuhkan semacam obat penangkal atau penetral. Masing-masing orang berilmu akan memiliki cara yang berbeda. Konon, ada yang mengambil secara ghaib serupa minyak dari nenek moyangnya.  Memang banyak hal aneh yang terjadi di luar batas nalar manusia. Seperti proses pengiriman guna-guna itu sendiri. Saksi yang melihat adanya serupa benang tipis bercahaya dari arah langit menuju tepat ke rumah seorang korban bernama Sinta. Fenomena ini ditanggapi secara spontan oleh warga, ‘apa itu masuk dirumahnya Sinta?’. Peristiwa aneh ini disaksikan oleh banyak orang di sekitarnya. Kejadian tersebut terjadi pada hari kamis malam (03 April 2008) di Abdullah Dg. Sirua lorong VII. Keesokan malam, korban merasakan kondisi badan yang begitu melelahkan dan akhirnya pingsan. Diberitakan dari saksi – saksi bahwa korban  berkelakuan aneh seperti sapi. Korban mengeluarkan lidahnya dan menirukan gerakan sapi.

Dari keterangan kerabatnya, korban dikirimkan guna-guna dengan kurban seekor sapi. Mahasiswa alumni Sastra Inggris UNM yang tengah melanjutkan pengambilan Akta IV ini lalu diberikan minyak leluhur yang diambil secara ghaib oleh kerabatnya dan menanam penolak bala di depan pintu. Pengobatan tetap dengan membacakan ayat-ayat Al Quran dan air putih yang secara rutin diminum oleh pasien.

                                   

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s