April 25 2003

Standard

Terlalu banyak ruang kosong di otakku untuk masuknya impuls yang memang ku harapkan hadirnya, ataupun yang tidak sengaja datang melaraskan pandangan mata ke depan jauh melampaui batas reality yang ada di sana.

Memang terlalu banyak yang memacu hilangnya sememntara kata-kata yang sudah terlalu pula mebgumbar tawa dari memori yang penuh harmoni. Sehingga terumpamakan lapangan golf yang kosong namun menggetarkan pengagum kehijauan, Nampak luas pula.

Disitulah akan terselip momen-momen, hadir atas kehendak refleks imaginasi.Bagi keluarga  terdekatnya hati, tentu itu jadi bagian dari olahan jiwa untuk menenangkan hati itu sendiri. Hati yang dalam akut sakitnya dan tersembunyi di balik rangka dan otot-otot serta urat.

Mereka menjadi pahlawan mengaburi ciuman firasat orang lain sehingga orang-orang itu tidak tahu, hingga pengertian yang ada di otaknya bekerja mengalihbahasakan kata-kata yang kutulis dan mereka baca, lalu pengertian itu membawa arus sinyal pemahaman bahwa aku ini memang sakit.Hari ini kutemukan kesadaran bahwa kesendirian ini sebenarnya tertulis dalam rawan salah paham. Dia membacanya, dan tahu aku sedang sakit.

Tapi benarkah dia mengerti sakit yang kurasa? Atau bukan sakit itu yang kumaksud. Sudahlah, memang itu juga termasuk.Semoga kali ini firasat pengharapanku benar agar terka-terka di hati mereka tidaklah melenceng dari patokan maksud yang sudah tertanam di akar bumi yang jadi visionku. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s