Wiwinsetyawati16’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

February 9th 2003

 I’m the hunterLow on view, down on dignity

What you think is..

I am the hunter

I am Under mask of feeling

Scream and trait 

See me as the hunter

Pull me to your abashed

And then I wake my self up

I am the hunter Scared of loosing

Try to find, find and find 

No one there

Hunting like trash 

Steps on blindnessJoys, laughs, smiles and fancies

They are nothing but illusion 

I want, but no one

Reach for the base

The bottom of the base 

Now realize my self

Hunter…Drag me away

Carry me away

For the next hunting?????????   

April 26 2003

Sengaja selalu kusempatkan ingatanku ini meraih memori sejam lalu, semenit lalu, bahwa gambarmu tadi kuletakkan disitu. Sehingga memori itu memaksa dalam kekikhlasan untuk melekatkan syaraf-syaraf mata kiri dan kanan dan memandangmu lekat-lekat.dari situlah, bibit harapanku tumbuh dari benih imajinasi kuperoleh dari seorang bijak tua bernama Mind Avatar bagi penanti – penanti sua sepertiku.

Dan bukan sekali saja, akan selalu ada Segitiga Bermuda membangun misterinya di tengah jangkauan pemahamanku sendiri. Disanalah kau bersarang, menyerap sukma penghayalku dengan kekuatan magnetismu dan kaupun tak sadar sama sekali karna dimensi ruang dan waktu benar-benar melanda keberadaanku dan ketidaktahuanmu.

Aku pun tidak percaya apa yang jadi pemicu perasaan yang tidak kumengerti, benarkah itu cinta, kagum, atau hanya harapan, harapan dalam intens yang benar terasa puncaknya.

Dan kuyakinkan ini akan selalu pada intens yang sama.Permata di angkasa di kala selubung malam kelam menyelimuti, merupakan persandingan suci bagi cahaya dan keindahan. Cahaya yang menyendiri, sendiri, bertemankan kepalsuan biru di siang hari.Keindahan, bersayapkan luapan kasih saying bagi makhluk yang sepi.

Pengagumnya mencari tahu apa arti perjodohan mereka.Mungkin isyarat bagi makhluk yang berdiri sendiri di tengah Sahara, pencarian yang tak kunjung beralih menjadi pertemuan, kesendirian sebuah permata di antara berjuta lainnya.Kata-kata terucap tiada lagi selain rujuk ke sepi – sendiri.

Mereka mengerti tapi tak berdaya mengakhiri. Langit ini, jemputlah pujangga yang mengucapkan hal yang sama. Katakan padanya bahwa hati teriris sepi, tiada ramuan pereda, mengalir darah penekanan batin.Bintang dan Sepi, adalah persandingan yang bersanding satu sama lain, dan mereka adalah pesandingku.

April 25 2003

Terlalu banyak ruang kosong di otakku untuk masuknya impuls yang memang ku harapkan hadirnya, ataupun yang tidak sengaja datang melaraskan pandangan mata ke depan jauh melampaui batas reality yang ada di sana.

Memang terlalu banyak yang memacu hilangnya sememntara kata-kata yang sudah terlalu pula mebgumbar tawa dari memori yang penuh harmoni. Sehingga terumpamakan lapangan golf yang kosong namun menggetarkan pengagum kehijauan, Nampak luas pula.

Disitulah akan terselip momen-momen, hadir atas kehendak refleks imaginasi.Bagi keluarga  terdekatnya hati, tentu itu jadi bagian dari olahan jiwa untuk menenangkan hati itu sendiri. Hati yang dalam akut sakitnya dan tersembunyi di balik rangka dan otot-otot serta urat.

Mereka menjadi pahlawan mengaburi ciuman firasat orang lain sehingga orang-orang itu tidak tahu, hingga pengertian yang ada di otaknya bekerja mengalihbahasakan kata-kata yang kutulis dan mereka baca, lalu pengertian itu membawa arus sinyal pemahaman bahwa aku ini memang sakit.Hari ini kutemukan kesadaran bahwa kesendirian ini sebenarnya tertulis dalam rawan salah paham. Dia membacanya, dan tahu aku sedang sakit.

Tapi benarkah dia mengerti sakit yang kurasa? Atau bukan sakit itu yang kumaksud. Sudahlah, memang itu juga termasuk.Semoga kali ini firasat pengharapanku benar agar terka-terka di hati mereka tidaklah melenceng dari patokan maksud yang sudah tertanam di akar bumi yang jadi visionku. 

April 22 2002

Bumi, hari ini adalah harimu dimana semua orang menebarkan puja dan simpati padamu. Berbagai seni telah dipersembahakan untukmu. Meski bagi yang munafik pun telah memujimu di depan banyak orang.

Tapi taukan Kau? Telah beberapa minggu ini ada tanda-tanda bagiku akan datangnya iblis di mata serta setan di hatiku. Dan beberapa hari inilah dimana puncak gunung memanas mendidihkan lahar diperutmu Bumi. Iblis dan setan itu menyamar pada kerabunan hitam mataku. Pandanganku kini diselubungi benci di setiap makhluk di depanku. Benci karna mereka lupa akan hidupnya seeorang manusia. Manusia yang penuh harap akan perhatian dan kasih sayang saudara-saudaranya.

Benci itu menusukkan bambu runcing di bawah dagu, menahan mataku melihat iblis dan setan bersenda gurau da nmembiusku untuk tetap menengadah ke atas, hingga tak kupandang sekelilingku yang ternyata membalikkan rasa benci yang kupunya menikam lubuk perasaanku.

Kini aku jauh bersemayam di pulau tak bertuan, tiada orang lain memberikan aku perlindungan dari panas pemburu, atau yang membawakanku sampan dari pulau ramai yang lama kuimpikan, lama sekali.Kini benci mambalutku, menutup aliran darah sehingga membuat panas otakku. Ia merangkulku dengan santai, memeluk dalam hangatnya kesendirian.“wahai manusia yang lemah, kau sadar tapi tak sadar akan sikap statismu. Alihkan semua dendam dan benci menjadi perhatian dan senyum bagi semua agar impian dapat membawamu melangkah ke pintu ilusi, hingga saat matahari memanggil pagi, kau akan benar-benar berada di tengah orang-orang yang kau harapkan.”

“tetapi, Hai kata Hati..manusia ini tidak aka nmudah mencari jati diri karna sahabat-sahabatnya pun tidak berada di sisinya, membimbingnya pulang dari perjalanan di satu langkah saja yang terasa baginya amboi melelahkan”. 

Perdebatan tak berkesudahan, karna buktinya aku masih disini. Mengulang reka-reka di hati mereka, gerakan apakah yang ada di pikiranku. Tak ada. Selain sayu hati dan gugurnya kelopak bunga. Memang sudah sejak lama akan begitu. Lelah mengartikan terbuangku dari kelompok saudara, lelah bertanya pada sesiapa mengapa aku sendiri, lesu untuk menuntut sahabat akan arti pentingnya mereka di sampingku.Dari sini, telah kulihat ramalan hidupku nantinya, akan tetap seperti ini…Ho ho ho…. betapa konyolnya pikiranku.

Menjerumuskan diri sendiri ke liang yang tak sama sekali riang. Terkubur dalam sesal dan menyalahkan diri atas sikap terkutuk yang ternyata aku sendiri tidak menyukainya.            ‘bawalah aku pulang’ Sebuah epigram yang mewakili kerinduanku pada mereka. Kesedihanku tepuruk dalam air mata, luluh oleh penyesalan, air mata sendiri menelanku ke aliran tak berujung dalam sendiri. Ya……. Dimana akan kutemukan jawaban pertanyaanku ini? Kapan datangnya kiamat agar mengakhiri penyiksaanku ini? Atau ini adalah karma?Tidak. Aku tidak pernah menyakiti orang lain,.. dalam sepengetahuanku. Lalu apa arti semua kesedihanku yang ku rasakan ya… apa arti keramaian orang-orang yang sama sekali tidak mengerti aku?????????

INIKAH PERNIKAHAN ITU? (as person who sees them)

Permainan hidup tipe itu sangat beresiko!* Sometimes it’s fun dan ng-betein* Permainan itu impian sejati setiap manusia-* Yang menyadari kekekalan sebuah harapan*  

For the rest of our life, akan*

Berada dalam permainan itu* Saat kita bayi, saat kita adalah *Anak kecil yang tertawa dan bermain,*  Saat kita remaja, saat dewasa – * We knew then, tujuan hidup adalah* Menuju permainan itu*  Happiness is for shared, sorrow is for joined together* Then cases bring you into troubles* Tears bring you into questions* Is that what you called destiny??????*                         Apakah benar dialah teman itu?Sanggupkah engkau menepis kebosananmuAtau – kebosanannya?Kuatkah mental fisikmu menghadapiCengkraman pesakitannya?Bagaimana kala Ia beralih hati?Lalu berpaling darimu, dan – Anak-anakmu? Luka batin dan goresan di kulitmuAkan membekas dan bersaksiBahwa, ia bukan lagi teman yang pertamaMenawarkanmu kebahagiaan – Yang tetap kau ragukan Look at this sinful life!!, A happiness.. truly, can only be enjoyedAt your vague age. When all your childrenGrew up and have the same thoughtAs you’re thinking now Pernikahan..Sejoli saling menitipkan kepercayaan dan kasihTanpa karakter yang lama akrabModal harapan saja – dan kasih sayang Perselingkuhan..Bisa terjadi pada malam pertamamu, atau – SelanjutnyaHingga hatimu dibuat bonyok berulat direndam air mataDan anak – anakmu tumbuh dewasa lalu membelaSeorang ibu mereka Kebosanan..Antara you and him. Kau bosan ? atau… -  dia??Bersama seumur sisa hidup – setiap hari – setiap jam – Setiap kebersamaan – BosanIa mulai berdalih. Kau terdiam. Dia diam atau bicara,Kau tau dia bosanApalagi yang bisa kau perbuat? Kekerasan..Suaranyalah yang akan memperkenalkanmu pada awal kekerasanLalu tangannya yang dulu lembut membelaimu dan melingkarkan jarimu dengan cincin,Akan menapak keras dan kasar pada tubuhmuLalu…Inikah pernikahan itu???  

December 25, 2002

Saat ini,Sejak tadi, saat kemarinSaat dua tahun laluKusaksikan tanpa henti waktuMerayapkan duru-duri kakinyaTajam dalam memori dan anganKuumpamakan sebuah sakitKuumpamakan sepotong celahKujawabkan pengobatKujawabkan penyumbatHei Andai..Kau lebih tau maukuApa yang selama ini membuat maluYang jauh terkubur untuk terucapIngin bangkit dan lupaPandang jauh ke depanTetapi yang kuhadapi adalah kini dan masa laluHei Andai…Lanjutkan kata-kataku seperti yang kuinginDan terbangkan ke tempat yang kumauAgar kumau itu tauJika kau bawa jawabnyaSudahlah jika tidak, dekatlah jika iya..  

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

« Newer entries