senja sejenak bergumam dengan bintang
berjanji datang dengan wujud malam
di halaman depan rumahku
ada poh0n mangga tegak menopang nyawa
daun-daun, serangga, dan burung
senja berulang kali menjadi saksi
atas Raja Penyulam di pohon mangga itu
Raja Penyulam si BUrung Jantan
sulaman sarang yang sedang di tanganku
telah terbuang setelah sang anak terbang
bersama burung betinanya
keluarga Raja Penyulam
Sarang inda
kulihat terhias lumut kering hijau
sarang telur laba-laba seputih kapas
seperti bauran langit dan awan senja ini
Belum lagi selembar daun mangga kering
terselip di antara serat-serat alang-alangnya
seperti mahkota pemburu kijang
daun itu berdiri tegak menyalip di antaranya
 Alangkah mimpi burung betina terpenuhi
Sarang indah, sang anak, serta Raja Penyulam
Si burung jantan